Rabu, 03 Februari 2010

Selamat Datang

0 komentar
Selamat datang di blog Obat Pak Wien. Kalau pada blog Pak Wien yang beralamat di www.obatsesaknafas.blogspot.com khusus berisi info seputar klinik alternatif pengobatan asma (sesak nafas), maka blog Pak Wien ini (www.obatpakwien.blogspot.com) menyajikan aneka obat-obatan herbal yang bisa Anda beli. Anda bisa datang langsung ke klinik Pak Wien, bisa juga membeli via online melalui blog ini. Anda kirim uang (transfer), maka produknya akan kami kirim ke alamat rumah Anda.

Jadi kalau blog obatsesaknafas itu diibaratkan klinik-nya, maka blog obatpakwien ini adalah apotek-nya.

Silakan jelajahi blog ini, siapa tahu obat yang selama ini Anda cari, ada di sini.


NB:
Bila Anda penderita asma, info lebih detainya silakan klik "Klinik Alternatif Pak Wien"



Salam hangat

Tim Pengelola "Apotek Pak Wien"




Selasa, 02 Februari 2010

Diabetes Bukan Akhir dari Segalanya

0 komentar
The more people know about diabetes, the better they will be able to fight it. Information and education at all levels therefore help to promote both early detection and proper care. (Dr. Candau, Mantan Direktur Jendral WHO).

Siapapun orangnya pasti akan jengah menerima vonis DIABETES. Pasalnya kehidupan normal yang selama ini didapat seperti hidup enak, makan enak, dan sebagainya akan segera berakhir. Hidup menjadi tergantung pada insulin. Belum lagi penderitaan lain yang segera menyusul datangnya penyakit-penyakit penyerta vonis diabetes itu. Betulkah demikian...?

Apakah Diabetes Mellitus itu?
Penyakit ini sudah dikenal ribuan tahun sebelum masehi seperti yang diketemukan oleh Papirus Ebers (1500 SM) yang mengungkapkan beberapa pengobatan terhadap suatu penyakit dengan gejala sering kencing. Areaeus dari Capadocia mulai menggunakan istilah DIABETES untuk suatu keadaan yang ia sebut sebagai mencairnya daging dan anggota tubuh menjadi air seni. Pada tahun 1974, Witlis memperhatikan bahwa air seni pasien diabetes rasanya manis seperti ditambah gula atau madu sehingga ditambahkan istilah Mellitus yang berarti diberi madu. Akhirnya kita kenal istilah DIABETES MELLITUS yang biasa kita sebut sebagai penyakit KENCING MANIS. Tetapi dengan teknologi abad ke-20 yang dipelopori oleh Banting and Best (1921) telah ditemukan insulin yang merupakan awal revolusi pengobatan DIABETES MELLITUS.

Di Indonesia, jumlah penderita DIABETES MELLITUS berkisar antara 1.5% - 2.4%, tetapi penelitian di Indonesia yang memakai kriteria WHO 1980 baru dilakukan di Ujung Pandang, Jakarta dan Padang. Di Indonesia sindroma ini terdapat pada kira-kira 1.6% penduduk (sekitar 3 juta orang) dan diperkirakan sebagian besar belum mengetahui bahwa mereka menderita penyakit ini. Penyakit ini meningkat keberadaannya sesuai dengan bertambahnya usia (lebih dari 40 tahun) dan bisa mencapai 15-20% sesudah berumur 60 tahun.


Penyebab Diabetes Mellitus
DIABETES MELLITUS atau kencing manis atau juga disebut PENYAKIT GULA adalah suatu penyakit metabolisme yang sering terjadi pada usia dewasa dan seringkali dihubungkan dengan faktor keturunan. Banyak faktor lingkungan yang mempunyai pengaruh terhadap timbulnya penyakit ini, seperti kegemukan (obesitas), kurang olah raga, makan berlebihan.

Penyakit ini terjadi akibat kurang jumlah atau kurang daya kerja hormon insulin, walaupun sebenarnya jumlah insulin itu normal bahkan mungkin lebih. Dalam tubuh kita, hormon insulin diproduksi oleh kelenjar pankreas (kelenjar ludah perut). Hormon insulin berfungsi untuk mengubah glukosa dalam darah menjadi energi/ tenaga yang digunakan sel dan juga untuk mengatur metabolisme lemak dan protein dalam tubuh manusia. Glukosa itu sendiri berguna sebagai bahan bakar atau energi untuk tubuh manusia. Akibat kekurangan hormon insulin, glukosa dalam tubuh tidak dapat digunakan dengan baik oleh sel sehingga glukosa hanya berkumpul di dalam darah dan beredar ke seluruh tubuh. Nah, kadar glukosa yang tinggi di dalam darah akan dikeluarkan melalui air seni pasien sehingga didapatkan air seni pasien menjadi manis.

Penanganan Paling Bijak
Penanganan yang paling bijak bagi penderita Diabetes Mellitus alias Kencing Manis adalah DIET. Kalau masih mungkin ditambah dengan OLAH RAGA. Diet tidak berarti mengurangi porsi makan, penekanannya lebih pada mengatur pola makan dengan serat tinggi dan lemak yang rendah. Barulah kalau kedua cara ini belum menolong bisa disambung dengan pemakaian OBAT-OBATAN. Penderita bisa memilih dengan cara medis (kimia) maupun cara PENGOBATAN ALTERNATIF yang banyak menggunakan bahan-bahan herbal yang bersifat alami, aman, terpercaya dan tanpa efek samping.

Kalau kedua cara ini diterapkan dengan baik, rasanya seseorang masih bisa hidup nikmat walau dengan DIABETES MELLITUS. Seperti halnya yang dialami Ny. Uu Kuswara, dusun Lapang Bola RT 01/RW II Anjatan Lama Indramayu, Jawa Barat, mengaku tetap enjoy, ceria, bahagia, sejahtera dan merasa normal kembali setelah mengkonsumsi RAMUAN HERBAL dari klinik kami yang disertai dengan modul TRIAS DASAR PENGOBATAN DIABETES dan buku PROGRAM SEHAT SEPANJANG HAYAT.

Selamat mencoba!

Sumber: Asma Sesak Nafas

Senin, 01 Februari 2010

Edi Tansil* : Dibenci Wanita, Ditakuti Pria

0 komentar
Gara-gara "burung cucak rowo" suami loyo dan suka mengantuk, imbasnya keretakan dan perselingkuhan bahkan ujungnya sampai pada perceraian. Agaknya urusan ranjang masih menjadi kendala utama dalam bahtera rumah tangga sehingga tidak sedikit pasangan yang mengalami prahara ini.

Hal inilah yang menjadi keprihatinan Wienarto S.Pd, seorang guru, jurnalis, entrepreneurship dan praktisi pengobatan alternatif yang khusus menangani tiga penyakit sulit, diantaranya asma, diabetes dan impotensi. Kenyataan ini terungkap ketika awak Gelora Bumi Kartini bertandang ke Klinik Alternatif Wienarto, pemilik ijin Dinkes No 445/002/11.25/2003 yang berlokasi di Sowan Lor (barat prapatan Munyuk ± 500m) Kedung Jepara 59463.

Pengobatan herbal Wienarto yang didukung oleh seorang apoteker handal dari sebuah pabrik jamu ternama di Jawa Tengah, terbukti cukup banyak menolong penderita impotensi dan ejakulasi dini secara permanen dan paten. Karena fungsi dari ramuan ini tidak hanya memacu kejantanan, tetapi juga memberi kesembuhan tidak hanya menyembuhkan impotensi dan ejakulasi dini, tetapi juga menyehatkan organ reproduksi. Diracik secara proporsional dan 100 persen terbuat dari sari alami, sehingga aman tanpa efek samping. Tidak menjadikan ketagihan, ketika penderita sudah sembuh tidak perlu mengkonsumsi lagi.


Apa Impotensi?
Menurut ensiklopedi kuno dan modern, diantaranya Materia Medika Indonesia Jilid II tahun 1978, Departemen Kesehatan Republik Indonesia dan Encyclopedia of Medical Plants, A Practical Reference Guide to More Than 550 Key Medical Their Use, by Andrew Chevallier tersirat bahwa gejala impotensi diantaranya adalah ditandai dengan lemahnya ereksi dan hilangnya libido seksual.

Sedangkan impotensi adalah suatu kondisi di mana seorang pria tidak dapat bertahan lama dalam ereksi sehingga membuat pasangannya tidak puas. Faktor pencetus terjadinya impotensi dan ejakulasi dini atau premature ejaculation disebabkan karena empat faktor utama. Diantaranya adalah faktor psikis, seperti stress, ketakutan, grogi, khawatir dan tidak percaya diri. Sedangkan faktor yang kedua adalah faktor anatomi, seperti akibat pengaruh penyakit yang lain misalnya diabetes, penyakit jantung, kolesterol tinggi, kelenjar prostat dan hipertensi atau tekanan darah tinggi serta kebiasaan minum obat dalam jangka waktu lama yang relatif panjang.

Faktor ketiga lebih ditekankan dengan pola hidup yang kurang baik, seperti kebiasaan merokok, minum-minuman beralkohol dan kurang berolahraga. Faktor penyebab impotensi yang keempat adalah adanya gangguan pembuluh darah yang mengalirkan darah ke penis. Keadaan ini lebih diperberat dengan kebiasaan merokok yang secara langsung menambah derajat penyempitan pembuluh (endotel) yang sangat berperan dalam relaksasi otot polos pembuluh darah di dalam penis. Hal ini mengakibatkan aliran darah di dalam penis akan sangat terganggu, sehingga penis tidak dapat membesar (ereksi) secara optimal.


*Edi tansil = Ejakulasi dini tanpa hasil


Sumber: Asma Sesak Nafas
 
footer